August 20, 2012

Kerjaan Selama Liburan [Puasa + Lebaran]

Diposkan oleh Irma Santika di 9:09 PM 0 komentar
Hello there!!! I'm back!!! Who miss me?? Hahaha.
There are so many things that I want to tell you, my blog visitors, but I don't know how to tell that. (What is this?)


Ok. This is my first post since then. Hoho. Please enjoy it! (?)


This is my task during holiday *sob, sob*


Buku Koran


February 16, 2012

Logika Otak Kiri,,

Diposkan oleh Irma Santika di 10:15 PM 0 komentar
Pemikiran bahwa satu sisi otak adalah logis dan sisi lainnya kreatif sudah ketinggalan zaman. Kita sesungguhnya bisa menjadi sangat kreatif dengan mengikuti dan menggunakan tahap-tahap, pola, dan variasi yang logis. Buku karya Edward DeBono mengenai berpikir lateral (1970) mengingatkan kita bahwa seseorang dapat menggunakan “sistem otak-kiri” untuk menjadi kreatif. Selama bertahun-tahun dia telah melakukan serangkaian proses untuk sampai kepada solusi kreatif melalui metode yang bertahap.
Sekarang mari kita tanyakan lagi: Apakah musik itu merupakan pengalaman pada otak kanan? Pikirkan lagi! Para peneliti menemukan bahwa para musisi memproses musik sampai pada tingkat yang lebih besar di bagian belahan otak kanan. Sementara itu, mereka yang bukan musisi memprosesnya lebih pada belahan otak kanan. Paradoks ini menunjukkan kompleksitas dari fungsi-fungsi otak kita. Dalam hal ini, karena para musisi cenderung menganalisis musik lebih dari intens daripada seorang pemula, otak kiri mereka jadi terlibat dalam derajat yang lebih tinggi.
Pemindai PET (positron mission tomography) memberikan pandangan kepada para peneliti tentang pada lokasi spesifik manakah otak itu terlibat selama melakukan aktivitas, keinginan, atau tugas berpikir tertentu. Misalnya, kita dapat melihat bahwa sisi kanan otak lebih teraktifkan ketika pembelajar merasakan depresi dan stres. Akan tetapi, ketika pembelajar merasakan optimisme yang sehat tentang kehidupan dan masa de-pan, belahan otak kiri akan lebih dilibatkan.
Ketika para pembelajar diajar dengan cara yang efektif untuk memproses kondisi perasaan atau kejadian yang negatif, waktu belajar mereka teroptimalisasi. Misalnya, buatlah model proses pengambilan-keputusan yang baik dan berpikir kritis. Optimisme berasal dari penguasaan resolusi-konflik dan juga dari mengalami rasa memiliki dan penerimaan. Libatkanlah para pembelajar dalam aktivitas-aktivitas visualisasi dan perencanaan-tujuan, skenario pengambilan-keputusan, studi kasus, dan latihan-latihan yang menuntut berpikir logis, olah pikiran yang memicu gagasan (brainstorming), dan pemetaan pikiran (mind-mapping) untuk mengorganisasikan informasi dengan menggunakan diagram, tabel, gambar.
Pelajar yang dominan pada otak-kiri, biasanya, mungkin akan:
  • Memilih sesuatu yang berurutan
  • Belajar lebih balk dari bagian-bagian kemudian keseluruhan
  • Lebih memilih sistem membaca fonetik
  • Menyukai kata-kata, simbol dan huruf
  • Lebih memilih membaca subjeknya terlebih dahulu
  • Mau berbagi informasi faktual yang berhubungan
  • Lebih memilih instruksi yang berurutan secara detail
  • Mengalami fokus internal lebih besar
  • Menginginkan struktur dan prediktabilitas
Pelajar yang dominan otak-kanan, biasanya, mungkin akan:
  • Merasa lebih nyaman dengan sesuatu yang acak
  • Paling baik belajar dari keseluruhan kemudian bagian-bagian
  • Lebih memilih sistem membaca seluruh bahasa
  • Menyukai gambar, grafik, dan diagram
  • Lebih memilih melihat atau mengalami subjeknya terlebih dahulu
  • Mau berbagi informasi tentang hubungan antara segala sesuatu
  • Lebih memilih yang spontan, lingkungan pembelajaran yang mengalir
  • Mengalami fokus eksternal yang lebih besar
  • Menginginkan pendekatan yang tak terbatas, baru, dan mengejutkan                                                  

Logika Otak Kanan,,

Diposkan oleh Irma Santika di 10:12 PM 0 komentar
Bagian kanan otak dapat mencerna berbagai macam hal logis. Menggambar, mengarang, dan melukis mungkin tampak seperti aktivitas belahan otak kiri, namun para seniman memperlihatkan aktivitas bilateral. Dalam merencanakan karya seni, mereka mengikuti logika dan aturan mereka sendiri tentang bentuk, warna, dan suara.
Seorang seniman dapat mengekspresikan apa pun yang mereka inginkan pada kanvas, tanah liat, kaca, metal, atau kertas. Tetapi untuk dapat diterima oleh orang banyak, harus ada pertimbangan aturan-aturan yang sangat spesifik (meskipun tidak tertulis) berkenaan dengan proporsionalitas, warna, keseimbangan, dan keteraturan. Otak kanan, tampaknya, lebih memilih keteraturan holistik.
Pada 1970-an dan 80-an, muncul sebuah penekanan untuk mengajar lebih banyak kepada “para pembelajar yang cenderung dengan otak kanan”. Penelitian tentang otak saat ini memperlihatkan kepada kita, bahwa kita pada umumnya menggunakan kedua bagian otak. Meskipun demikian, penekanan pada otak kanan menghasilkan ayunan pendulum yang lebih dikenal, yang membawa kepada kesadaran berlebihan terhadap kecenderungan pemrosesan lateral otak.
Apa yang dapat kita katakan tentang keterbebasan dari kungkungan adalah hal ini memang sudah saatnya, akan ada lebih banyak aktivitas pada satu belahan otak terhadap yang lainnya. Akan tetapi, mengatakan bahwa musik adalah aktivitas yang dikendalikan otak-kanan akan menjadi sesuatu yang terlalu menyederhanakan. Untuk memastikan terjadinya pembelajaran optimal, kita harus memfasilitasi aktivitas pembelajaran yang melibatkan kekuatan dari kedua belahan otak. Idealnya, upaya yang kita lakukan haruslah berfokus pada pembelajaran seluruh bagian otak.

Sumber : Abidzare;s blog

Arkeolog Temukan Makam Pekerja Piramida

Diposkan oleh Irma Santika di 10:06 PM 0 komentar
Arkeolog Mesir menemukan beberapa makam yang diyakini merupakan milik para pekerja yang membangun Piramida raksasa.

Temuan tersebut diklaim bisa mengungkapkan misteri bagaimana para pekerja tersebut bertahan hidup dan mencari makan sambil bekerja membangun piramida sekira 4.000 tahun lalu.

Kepala arkeolog Mesir Zahi Hawass menyebutkan, kuburan-kuburan tersebut juga mematahkan pendapat yang selama ini menyebutkan bahwa Piramida raksasa dibangun oleh sekumpulan budak.

"Makam ini ditemukan di samping piramida milik raja pada masa itu. Hal tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang ini bukan budak melainkan pekerja lepas," kata Hawass seperti dikutip dari MSNBC, Selasa (12/1/2010).

Hawass juga menemukan bukti lain berupa seni lukis yang dituangkan pada dinding. Dalam lukisan tersebut, para pekerja menyebut diri mereka sebagai teman-teman dari Khufu, yang merupakan salah satu raja Mesir kuno.

Berdasarkan berbagai catatan sejarah ribuan pria yang bekerja membangun piramida tersebut diketahui memakan daging secara teratur, bekerja dalam pembagian shift selama tiga bulan. Saat mereka meninggal, mereka diberikan penghormatan untuk dikubur dalam kuburan batu bata di sekitar Piramida tempat mereka bekerja.

Koleksi makam pekerja yang pernah ditemukan para arkeolog sebelumnya, pada sekira 1980 merupakan penemuan paling menakjubkan pada abad 20 dan 21. Makam itu diketahui milik pekerja yang membangun piramid Khufu dan Khafre.


okezone.com
 

Someday Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea