Pemikiran bahwa satu sisi otak adalah logis dan sisi lainnya kreatif
sudah ketinggalan zaman. Kita sesungguhnya bisa menjadi sangat kreatif
dengan mengikuti dan menggunakan tahap-tahap, pola, dan variasi yang
logis. Buku karya Edward DeBono mengenai berpikir lateral (1970)
mengingatkan kita bahwa seseorang dapat menggunakan “sistem otak-kiri”
untuk menjadi kreatif. Selama bertahun-tahun dia telah melakukan
serangkaian proses untuk sampai kepada solusi kreatif melalui metode
yang bertahap.
Sekarang mari kita tanyakan lagi: Apakah musik itu merupakan
pengalaman pada otak kanan? Pikirkan lagi! Para peneliti menemukan bahwa
para musisi memproses musik sampai pada tingkat yang lebih besar di
bagian belahan otak kanan. Sementara itu, mereka yang bukan musisi
memprosesnya lebih pada belahan otak kanan. Paradoks ini menunjukkan
kompleksitas dari fungsi-fungsi otak kita. Dalam hal ini, karena para
musisi cenderung menganalisis musik lebih dari intens daripada seorang
pemula, otak kiri mereka jadi terlibat dalam derajat yang lebih tinggi.

Pemindai PET (positron mission tomography) memberikan pandangan
kepada para peneliti tentang pada lokasi spesifik manakah otak itu
terlibat selama melakukan aktivitas, keinginan, atau tugas berpikir
tertentu. Misalnya, kita dapat melihat bahwa sisi kanan otak lebih
teraktifkan ketika pembelajar merasakan depresi dan stres. Akan tetapi,
ketika pembelajar merasakan optimisme yang sehat tentang kehidupan dan
masa de-pan, belahan otak kiri akan lebih dilibatkan.
Ketika para pembelajar diajar dengan cara yang efektif untuk
memproses kondisi perasaan atau kejadian yang negatif, waktu belajar
mereka teroptimalisasi. Misalnya, buatlah model proses
pengambilan-keputusan yang baik dan berpikir kritis. Optimisme berasal
dari penguasaan resolusi-konflik dan juga dari mengalami rasa memiliki
dan penerimaan. Libatkanlah para pembelajar dalam aktivitas-aktivitas
visualisasi dan perencanaan-tujuan, skenario pengambilan-keputusan,
studi kasus, dan latihan-latihan yang menuntut berpikir logis, olah
pikiran yang memicu gagasan (brainstorming), dan pemetaan pikiran
(mind-mapping) untuk mengorganisasikan informasi dengan menggunakan
diagram, tabel, gambar.
Pelajar yang dominan pada otak-kiri, biasanya, mungkin akan:
- Memilih sesuatu yang berurutan
- Belajar lebih balk dari bagian-bagian kemudian keseluruhan
- Lebih memilih sistem membaca fonetik
- Menyukai kata-kata, simbol dan huruf
- Lebih memilih membaca subjeknya terlebih dahulu
- Mau berbagi informasi faktual yang berhubungan
- Lebih memilih instruksi yang berurutan secara detail
- Mengalami fokus internal lebih besar
- Menginginkan struktur dan prediktabilitas
Pelajar yang dominan otak-kanan, biasanya, mungkin akan:
- Merasa lebih nyaman dengan sesuatu yang acak
- Paling baik belajar dari keseluruhan kemudian bagian-bagian
- Lebih memilih sistem membaca seluruh bahasa
- Menyukai gambar, grafik, dan diagram
- Lebih memilih melihat atau mengalami subjeknya terlebih dahulu
- Mau berbagi informasi tentang hubungan antara segala sesuatu
- Lebih memilih yang spontan, lingkungan pembelajaran yang mengalir
- Mengalami fokus eksternal yang lebih besar
- Menginginkan pendekatan yang tak terbatas, baru, dan mengejutkan